Menguasai tajwid penting untuk membaca Al-Qur’an benar, indah, dan khusyuk, meningkatkan pahala, hafalan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pendahuluan
Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang menjadi pedoman hidup. Membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu aspek penting dalam membaca Al-Qur’an adalah menguasai tajwid.
Tajwid adalah ilmu yang mempelajari cara membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah yang benar. Dengan tajwid, bacaan menjadi lebih indah, makna ayat tetap terjaga, dan pahala membaca semakin berlipat. Kesalahan dalam membaca Al-Qur’an bisa mengubah makna ayat, sehingga memahami dan mengamalkan tajwid menjadi kewajiban setiap muslim.
Keutamaan Menguasai Tajwid
Menguasai tajwid memiliki banyak keutamaan, baik dari sisi spiritual maupun duniawi:
Membaca Al-Qur’an dengan Benar
Tajwid memastikan setiap huruf, panjang pendek bacaan, dan hukum bacaan diucapkan dengan tepat. Dengan begitu, makna ayat tetap utuh. Misalnya, perbedaan bacaan antara “maliki” dan “maaliki” dalam Surat Al-Fatihah bisa mengubah makna kata.
Mendapat Pahala Berlipat
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatkan menjadi sepuluh.” Membaca dengan tajwid menambah nilai ibadah karena setiap huruf diucapkan dengan cara yang benar.
Membantu Menghafal Al-Qur’an
Menghafal Al-Qur’an tanpa tajwid akan sulit karena bacaan yang salah membuat hafalan tidak presisi. Tajwid membantu memperjelas setiap huruf dan suara, sehingga proses menghafal menjadi lebih mudah.
Menjaga Keharmonisan Bacaan
Bacaan tajwid membuat Al-Qur’an terdengar indah dan menenangkan hati, terutama dalam tadarus atau saat mengimami shalat berjamaah. Bacaan yang indah juga memberi rasa khusyuk bagi pendengar.
Mendekatkan Diri kepada Allah
Menguasai dan membaca Al-Qur’an dengan tajwid menunjukkan kecintaan dan kepatuhan kepada Allah. Membaca Al-Qur’an dengan benar menjadi bentuk ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Macam-Macam Tajwid
Dalam ilmu tajwid, terdapat beberapa aturan dan hukum yang harus dipahami:
Hukum Nun Sukun dan Tanwin
- Izhar: melafalkan huruf nun sukun atau tanwin dengan jelas. Contoh: “min rahmatihi”.
- Idgham: menyatukan huruf nun sukun atau tanwin dengan huruf setelahnya. Contoh: “min rabbikum” dibaca “mirrabbikum”.
- Iqlab: mengubah huruf nun sukun menjadi mim ketika bertemu huruf ba. Contoh: “anbudu” dibaca “ambudu”.
- Ikhfa: menyamarkan bunyi nun sukun atau tanwin sebelum huruf tertentu. Contoh: “min syarrin” dibaca samar “minsyarrin”.
Hukum Mim Sukun
- Idgham Mimi: menyatukan mim sukun dengan mim berikutnya.
- Ikhfa Syafawi: menyamarkan bunyi mim sukun sebelum huruf tertentu.
- Izhar Syafawi: melafalkan mim sukun dengan jelas. Contoh: “Yuminu”.
Madd atau Panjang Bacaan
- Madd Thabi’i: madd asli, panjang 2 harakat.
- Madd Munfasil: madd karena huruf madd bertemu hamzah.
- Madd Muttasil: madd karena huruf madd bertemu hamzah dalam kata yang sama.
- Madd Laazim: madd wajib karena huruf panjang diikuti huruf mati tertentu.
Hukum Qalqalah
Qalqalah adalah getaran suara pada huruf tertentu ketika mati atau sukun. Huruf-huruf qalqalah: ق ط ب ج د. Contoh: Bacaan “al-qudr” suara qaf terdengar bergetar.
Hukum Ra
Bacaan huruf ra berbeda tergantung harakat dan kedudukan:
- Tafkhim: ra dibaca tebal, misal dalam huruf sukun atau dengan fathah.
- Tarqiq: ra dibaca tipis, misal dengan kasrah.
Cara Mudah Menguasai Tajwid
- Belajar dengan guru atau ustadz untuk koreksi langsung.
- Menggunakan media audio dan video bacaan Al-Qur’an.
- Fokus pada satu hukum tajwid per hari.
- Membaca berulang-ulang untuk memperkuat ingatan.
- Membuat catatan dan tanda warna untuk hukum tajwid.
Cara Cepat Menguasai Tajwid
- Menghafal dengan tajwid sejak awal.
- Gunakan aplikasi tajwid.
- Rekam bacaan sendiri untuk evaluasi.
- Bergabung dengan kelompok tadarus untuk koreksi dan motivasi.
Langkah-langkah Praktis Belajar Tajwid
- Kenali huruf hijaiyah.
- Pelajari Hukum Nun Sukun dan Tanwin: Izhar, Idgham, Ikhfa, Iqlab.
- Pelajari Hukum Mim Sukun: Idgham Mimi, Ikhfa Syafawi, Izhar Syafawi.
- Latihan Madd dan Qalqalah.
- Pelajari Hukum Ra: Tafkhim dan Tarqiq.
- Praktekkan membaca Al-Qur’an.
- Koreksi dan evaluasi dengan guru atau teman.
- Konsisten berlatih 15–30 menit per hari.
- Catat kesalahan dan perbaiki.
- Tambahkan waktu tadarus khusus, misal 15 menit sebelum tidur atau setelah subuh.
Tips Agar Tidak Mudah Lupa
- Gunakan tanda warna untuk tiap hukum tajwid.
- Mengulang bacaan yang sama setiap hari.
- Membaca Al-Qur’an di waktu khusus untuk fokus.
- Menulis hukum tajwid di buku catatan untuk referensi cepat.
- Menggabungkan bacaan dengan hafalan doa pendek.
Motivasi dan Kesabaran
- Ketenangan hati.
- Kecintaan kepada Allah.
- Pahala yang berlipat.
- Contoh nyata: Anak yang rajin membaca Al-Qur’an dengan tajwid sejak kecil mampu menghafal beberapa juz dengan bacaan fasih.
Kesimpulan
Menguasai tajwid bukan hanya soal keindahan suara, tetapi juga ibadah yang mendatangkan pahala, menjaga makna ayat, dan memperkuat iman. Dengan memahami macam-macam hukum tajwid, menerapkan cara mudah dan cepat, serta mengikuti langkah-langkah praktis, setiap muslim dapat membaca Al-Qur’an dengan benar. Kunci keberhasilan: konsistensi, bimbingan guru, latihan rutin, dan doa. Membaca Al-Qur’an dengan tajwid sempurna adalah cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan keberkahan dalam hidup.
Credit :
Penulis : Erika Anggreini
Gambar : Pixabay
Referensi :
- Gambar oleh İbrahim Mücahit Yıldız dari Pixabay
- Gambar oleh Joko Narimo dari Pixabay
- Gambar oleh MATAQ Darul Ulum dari Pixabay
- Gambar oleh MATAQ Darul Ulum dari Pixabay

Komentar